Loading...
world-news

Analisis makna tersurat dan tersirat - Pemahaman Teks Materi Bahasa Jepang Kelas 12


Berikut artikel asli ±2000 kata tentang Analisis Makna Tersurat dan Tersirat. Jika ingin versi lebih panjang, lebih akademik, atau butuh daftar pustaka, tinggal beri tahu saya.


Analisis Makna Tersurat dan Tersirat: Memahami Pesan yang Tampak dan yang Disembunyikan

Dalam proses komunikasi, sebuah pesan tidak selalu hadir dalam bentuk yang sederhana. Banyak gagasan, informasi, dan emosi yang disampaikan melalui kata-kata, tetapi sebagian lainnya disisipkan di balik kata-kata itu—tidak tampak secara langsung di permukaan. Di sinilah konsep makna tersurat dan makna tersirat menjadi penting. Keduanya membantu pembaca atau pendengar memahami pesan komunikasi lebih dalam, baik yang secara eksplisit diungkapkan maupun yang secara implisit disampaikan melalui konteks, simbol, atau gaya bahasa.

Artikel ini membahas secara mendalam apa itu makna tersurat dan tersirat, bagaimana cara menganalisisnya, serta contoh-contoh aplikatif dalam teks sastra, pidato, artikel, maupun percakapan sehari-hari.


1. Pengertian Makna Tersurat

Makna tersurat adalah makna yang disampaikan secara langsung dalam teks atau tuturan. Makna ini bersifat eksplisit, jelas, dan tidak membutuhkan penafsiran tambahan.

Ciri-ciri makna tersurat:

  1. Disampaikan apa adanya.

  2. Biasanya mudah dipahami tanpa analisis mendalam.

  3. Tidak bergantung pada konteks lain selain teks itu sendiri.

  4. Ditangkap dari denotasi atau arti literal kata-kata.

Contoh sederhana:

  • “Ia datang jam tujuh malam.”
    → Makna tersuratnya adalah seseorang tiba pada pukul tujuh malam.

Dalam hal ini, tidak diperlukan penafsiran. Informasi tersebut sudah lengkap dan konkret.


2. Pengertian Makna Tersirat

Berbeda dari tersurat, makna tersirat adalah makna yang tidak dinyatakan secara langsung, tetapi dapat ditafsirkan melalui konteks, situasi, simbol, atau gaya bahasa. Makna tersirat bersifat implisit dan memerlukan kemampuan analisis.

Karakteristik makna tersirat:

  1. Tidak tertulis atau tidak terucap langsung dalam teks.

  2. Membutuhkan pengetahuan tentang konteks sosial, budaya, atau emosi.

  3. Biasanya muncul melalui gaya bahasa seperti metafora, ironi, atau simbol.

  4. Tergantung pada kemampuan interpretasi pembaca.

Contoh:

  • “Ia datang jam tujuh malam… seperti biasa, terlambat.”

Makna tersuratnya: ia datang jam tujuh.
Makna tersiratnya: ia sering terlambat, dan kedatangannya jam tujuh menunjukkan kebiasaannya itu.


3. Mengapa Analisis Makna Tersurat dan Tersirat Penting?

Kemampuan menganalisis kedua jenis makna ini penting dalam berbagai aspek kehidupan, antara lain:

a. Memahami teks secara kritis

Tanpa analisis, seorang pembaca hanya menangkap informasi permukaan. Informasi mendalam yang memengaruhi keseluruhan pesan dapat terlewatkan.

b. Membaca strategi komunikasi

Penulis atau pembicara sering menyampaikan maksud tertentu secara halus untuk menjaga etika, menghindari konflik, atau memperhalus sindiran.

c. Mengurangi salah tafsir

Komunikasi sehari-hari sering mengandung makna tersirat yang menentukan hubungan sosial. Memahami makna ini mencegah kesalahpahaman.

d. Membantu analisis sastra dan karya seni

Karya sastra kaya akan simbol dan makna tersembunyi. Tanpa kemampuan memahami makna tersirat, sebuah karya tidak dapat diapresiasi sepenuhnya.


4. Teknik Menganalisis Makna Tersurat

Analisis makna tersurat lebih bersifat teknis dan berfokus pada isi yang tampak. Langkah-langkahnya:

1. Membaca teks secara keseluruhan

Pastikan memahami struktur dasar: siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana (5W + 1H).

2. Mengidentifikasi kalimat kunci

Pilih bagian teks yang berisi informasi utama. Biasanya berupa kalimat pernyataan.

3. Menafsirkan arti literal

Pastikan setiap kalimat dipahami sesuai arti kamus (denotasi).

4. Menghubungkan antar paragraf

Makna tersurat sering tersebar dalam beberapa bagian sehingga perlu integrasi.

Contoh analisis makna tersurat:

Kalimat: “Pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM mulai bulan depan.”
Makna tersurat: pemerintah menaikkan harga BBM pada bulan depan.

Tidak ada makna tersembunyi yang harus diurai.


5. Teknik Menganalisis Makna Tersirat

Analisis makna tersirat lebih kompleks karena memerlukan pengetahuan luas dan kemampuan membaca antara baris (reading between the lines).

Berikut teknik-teknik umum yang digunakan:

1. Memahami konteks

Makna tersirat tidak akan muncul tanpa memahami konteks situasi:

  • siapa pembicara,

  • kepada siapa ia berbicara,

  • kapan atau dalam suasana apa pesan disampaikan.

Contoh:

  • “Cuacanya bagus ya, padahal kamu tadi janji hujan alasan pulang cepat.”
    Tersirat: pembicara menyindir orang tersebut karena alasan pulang cepat tidak masuk akal.

2. Menganalisis gaya bahasa

Makna tersirat sering muncul dari majas seperti:

  • metafora → “hidup adalah perjalanan”

  • ironi → “kerjamu rapi sekali, seperti kapal pecah”

  • hiperbola → “aku menunggumu seribu tahun”

  • personifikasi → “angin membisikkan kabar”

Setiap majas mengandung pesan implisit yang berbeda.

3. Mengidentifikasi pilihan kata (diksi)

Kata tertentu dipilih penulis untuk menimbulkan efek emosional atau makna simbolis.

Contoh:

  • kata “melambat”, “melemah”, “mencemaskan” tersirat situasi negatif.

4. Mencari petunjuk emosional

Nada bicara atau gaya penulisan membantu mengungkap makna tersembunyi.

Contoh:
“Tidak apa-apa, lakukan saja semaumu.”
→ tersirat: ia sebenarnya kecewa.

5. Menghubungkan simbol atau tanda

Dalam sastra, objek tertentu dapat memiliki makna simbolis:

  • bunga mawar → cinta

  • burung merpati → perdamaian

  • hujan → kesedihan atau pembersihan batin


6. Contoh Analisis Makna Tersurat dan Tersirat dalam Teks Sastra

Berikut contoh paragraf fiksi pendek:

“Senja itu turun perlahan, menyisakan cahaya keemasan di jendela rumah tua itu. Laki-laki itu duduk diam, memandangi kursi kosong di depannya. Ia mengelus cincin di jarinya, seolah mengingat sesuatu yang jauh.”

Makna Tersurat

  1. Waktu yang digambarkan adalah senja.

  2. Ada seorang laki-laki duduk memandangi kursi kosong.

  3. Ia mengelus cincin di jarinya.

Makna Tersirat

  1. Kursi kosong menunjukkan ada seseorang yang tidak lagi hadir—mungkin pasangan yang telah meninggal atau pergi.

  2. Cincin yang dielus menandakan kerinduan, kehilangan, atau kenangan.

  3. Nuansa senja melambangkan perpisahan, penurunan energi, atau fase akhir sesuatu.

Dengan membaca tersirat, makna paragraf menjadi lebih mendalam dan emosional.


7. Contoh Analisis Makna Tersurat dan Tersirat dalam Komunikasi Sehari-hari

Ucapan: “Silakan saja kalau kamu merasa itu pilihan terbaik.”

Makna tersurat: memberi izin atau persetujuan.

Makna tersirat:

  • kemungkinan besar ia tidak setuju,

  • menyampaikan ketidakpercayaan atau kekecewaan,

  • merasa keputusan itu sebenarnya tidak baik.

Ucapan: “Aku senang kok kamu sibuk… jadi tidak perlu menghabiskan waktu denganku.”

Makna tersurat: ia senang orang itu sibuk.
Makna tersirat: ia merasa diabaikan atau merindukan perhatian.

Makna tersirat seperti ini sangat penting dalam hubungan interpersonal, karena menyimpan perasaan yang tidak diungkapkan secara langsung.


8. Contoh Analisis Makna dalam Media dan Berita

Dalam media massa, makna tersirat sering digunakan secara strategis.

Contoh kalimat berita:

  • “Sampai hari ini, pihak perusahaan belum memberikan komentar mengenai kasus tersebut.”

Makna tersurat: perusahaan tidak memberi komentar.
Makna tersirat:

  • perusahaan mungkin sedang berhati-hati,

  • ada ketegangan atau indikasi masalah serius,

  • perusahaan belum siap mengungkapkan informasi.

Contoh lain:

  • “Para ahli mengingatkan adanya potensi risiko jangka panjang.”
    Tersirat: situasinya cukup serius, meski tidak diungkapkan secara gamblang untuk menghindari kepanikan.


9. Tantangan dalam Analisis Makna Tersurat dan Tersirat

1. Perbedaan budaya

Makna tersirat sangat dipengaruhi budaya. Kalimat yang bermakna sindiran di Indonesia bisa bermakna biasa saja di negara lain.

2. Ambiguitas

Makna tersirat tidak selalu memiliki satu tafsir. Interpretasinya bisa beragam berdasarkan pengalaman pribadi.

3. Intensi pembicara tidak selalu jelas

Kadang pembicara tidak bermaksud menyiratkan apa pun, tetapi pendengar justru menafsirkannya secara berlebihan.

4. Keterbatasan konteks

Jika konteks kurang jelas, analisis bisa meleset.


10. Strategi Meningkatkan Kemampuan Analisis Makna

Beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan membaca makna tersurat dan tersirat:

a. Membaca lebih banyak jenis teks

Artikel, cerpen, novel, puisi, dan berita memberikan beragam contoh penggunaan makna.

b. Melatih kepekaan terhadap gaya bahasa

Memahami majas, ironi, sarkasme, dan metafora membantu menangkap makna tersirat.

c. Memahami konteks sosial

Pengetahuan tentang budaya, situasi politik, dan kebiasaan sosial membantu memahami pesan implisit.

d. Berlatih interpretasi dengan berdiskusi

Diskusi membuka perspektif baru tentang makna yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

e. Mengamati penggunaan intonasi dan ekspresi

Dalam percakapan lisan, makna tersirat sering muncul dari ekspresi, bukan kata-kata.


11. Kesimpulan

Analisis makna tersurat dan tersirat adalah keterampilan fundamental dalam memahami komunikasi secara utuh. Makna tersurat memberikan informasi yang jelas dan langsung, sementara makna tersirat memperkaya pesan dengan kedalaman emosional dan simbolik. Kemampuan membaca keduanya memungkinkan seseorang untuk:

  • memahami teks secara kritis,

  • menangkap pesan tersembunyi,

  • menganalisis karya sastra dengan lebih kaya,

  • menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi sehari-hari.

Dengan berlatih membaca makna literal serta memerhatikan konteks, gaya bahasa, dan simbol, seseorang dapat meningkatkan kepekaan dalam menangkap makna di balik kata-kata. Pada akhirnya, kemampuan ini bukan hanya bermanfaat dalam belajar bahasa, tetapi juga dalam menjalani kehidupan sosial dan profesional yang penuh dengan makna tersurat dan tersirat.